Kang Abay Gelar NOBAR Kembali Cinta Dalam Iklas Bersama ibnu ITJ, Irfan Amlee, Ardie Sipsip di Bioskop XXI Garut
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Secara data Garut menjadi salah satu kota dengan penonton terbanyak sejak di tayangkan bulan November 2024 sampai saat ini Januari 2025, Film Cinta dalam Ikhlas merupakan film drama religi yang diproduksi oleh Chand Parwez Servia dan disutradarai oleh Fajar Bustomi. Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Abay Adhitya dengan judul yang sama. Beberapa pemain dalam film ini adalah Abun Sungkar, Adhisty Zara, Omar Daniel, Zoe Abbas Jackson, Maizura, Cut Mini, Donny Damara, Elang El Gibran, Alif Rivelino, Izzati Khanza, Dude Harlino, David Chalik, dan Eksanti.
irfan amalee Menjelaskan Film ini bercerita tentang pertemuan Athar dengan Ara, yang membawa mereka pada perjalanan untuk menjadi versi terbaik. Namun, perjalanan itu tidaklah mudah karena mereka masih muda dan harus mengejar mimpi masing-masing sebelum bersatu kembali.
Bagi muda mudi yang masih GEGANA (galau Gelisah Merana) dan Masih bayak masalah tentang percintaan dan butuh motivasi untuk mengatasinya silahkan untuk memonton filem ini
Mungkin Tuhan belum meridai mereka untuk bersama,” demikian penggalan cerita yang menjadi inti dari perjalanan Athar dan Ara dalam film ini. Selain perjuangan menemukan jodoh sejati, Cinta dalam Ikhlas mengangkat pesan tentang ikhlas menerima takdir, pentingnya doa, dan usaha tanpa henti.
Cinta dalam Ikhlas adalah drama yang menggabungkan elemen romantis dan spiritual. “Kami ingin menghadirkan tontonan yang sekaligus menjadi tuntunan, terutama bagi generasi muda dan orang tua. Kisah Athar dan Ara adalah gambaran bagaimana cinta dan ikhlas menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan
Film ini menceritakan perjalanan Athar (Abun Sungkar), seorang pemuda yang sejak kecil kehilangan sosok ayah. Luka kehilangan tersebut memengaruhi kehidupannya hingga ia bertemu dengan Aurora Cinta Purnama atau Ara (Adhisty Zara). Kehadiran Ara membawa perubahan besar dalam hidup Athar, tetapi perjalanan cinta mereka dipenuhi ujian. Mereka dihadapkan pada kenyataan untuk saling mengikhlaskan
Mengadaptasi novel Cinta dalam Ikhlas yang ditulis Abay Adhitya membuat kami yakin bahwa cerita ini memiliki kekuatan yang menyentuh hati setiap orang yang mengikuti kisah Athar dan Ara. Selain perjalanan menemukan jodoh sejati, film "Cinta dalam Ikhlas" juga mengajarkan kita tentang nilai keikhlasan dalam menjalani hidup, dinamika dalam pertemanan dan keluarga, yang semuanya itu akan mengaduk-aduk hati penonton. Semoga film "Cinta dalam Ikhlas" bisa memberikan tontonan sekaligus tuntunan bagi anak-anak muda, serta orangtua dalam memberikan dukungan kepada anak mereka
Film CINTA DALAM IKHLAS berkisah tentang Athar (Abun Sungkar) yang bertemu dengan Ara (Adhisty Zara) dan membuat dirinya jadi lebih baik, tapi mereka mash terlalu muda dan harus mengejar mimpinya. Mereka berpisah, untuk memantaskan diri dan belajar saling mengikhlaskan. Pertemuan Athar dengan Zein (Omar Daniel) yang menjadi sahabat & mentornya saat kuliah, mengantarnya bertemu dengan Salsabila (Zoe Abbas Jackson) dan Tari (Maizura), yang sekaligus menjadi ujian bagi Ara dengan Athar.
film ini adalah refleksi perjalanan manusia dalam menemukan jodoh sejati. “Cinta dalam Ikhlas mengajarkan pentingnya memantaskan diri, berikhtiar, dan menerima takdir dengan lapang dada
Pesan Mendalam tentang Cinta dan Keikhlasan Produser Chand Parwez Servia menjelaskan bahwa film ini tidak hanya menawarkan kisah cinta, tetapi juga nilai keikhlasan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Melalui film ini, kami ingin menyampaikan pembelajaran tentang arti cinta sejati dan keikhlasan. Kisah Athar dan Ara mengajarkan kita untuk berserah diri dan tetap berusaha menjadi yang terbaik di hadapan Tuhan,
Abay Adhitya mengungkapkan bahwa ada perjalanan yang panjang dan penuh makna di balik novelnya. "Perjalanan cinta Athar dan Ara yang saya tulis dan rilis tahun 2017 ini akhirnya menemukan jodohnya dengan Starvision. Saya sangat bersyukur karena teman-teman nantinya bisa merasakan perjalanan cinta ini, yang seperti rollercoaster." ujar Abay.
Abay menekankan bahwa esensi utama Cinta dalam Ikhlas berpusat pada proses mengikhlaskan. Episode kehilangan yang diangkat dalam cerita mencerminkan fase yang tak terhindarkan dalam kehidupan setiap orang.
"Setiap orang akan mengalami episode kehilangan dan mengikhlaskan. Perjalanan cinta itu memang penuh dengan rasa sakit dan ujian. Tapi selama kita tetap berkeyakinan kepada Allah, insyaAllah semuanya akan baik-baik saja,” kata Abay.
Abay menambahkan, bahwa banyak pembaca yang sering merasa kecewa saat melihat adaptasi film dari novel favorit mereka. Namun, ia yakin bahwa Cinta dalam Ikhlas akan melampaui ekspektasi tersebut dan memberikan pengalaman yang lebih mendalam.
Dengan dukungan sutradara berpengalaman dan naskah yang kuat, Cinta dalam Ikhlas diharapkan memberikan emosional dan pesan positif bagi penonton. Film ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap ujian hidup memiliki hikmah, terutama dalam belajar mengikhlaskan.
Komentar
Posting Komentar